Inovasi Fermentasi: Membuat Drum Sistem Anaerobik untuk Pertanian Organik

ORGANIKILO.COM - Pada kesempatan di artikel ini mengulas langkah-langkah inovatif dalam pembuatan drum sistem fermentasi anaerobik yang berfungsi sebagai penyedia pupuk, pestisida, fungisida, pestisida organik, untuk pertanian. 

Drum plastik fermentasi anaerobik
Contoh: Drum plastik fermentasi anaerobik 

Dengan memanfaatkan teknologi fermentasi modern, petani dapat membuat drum secara mandiri dengan biaya terjangkau. Proses ini bertujuan untuk mendukung pertanian organik yang lebih efisien dan ramah lingkungan, dengan fokus pada pengelolaan limbah pertanian secara berkelanjutan. 

Dengan demikian, drum fermentasi anaerobik menjadi alternatif yang menjanjikan bagi petani untuk memenuhi kebutuhan pupuk organik mereka dan meningkatkan produktivitas tanaman.

Mengenal Apa Itu Fermentasi Anaerobik?

Fermentasi anaerobik adalah proses biokimia di mana mikroorganisme menguraikan bahan organik tanpa menggunakan oksigen. 

Dalam konteks pertanian, proses ini sering digunakan untuk menguraikan bahan organik seperti limbah pertanian, pupuk, atau sisa tanaman menjadi pupuk organik yang kaya akan nutrisi. 

Fermentasi adalah proses biokimia di mana zat-zat organik, seperti karbohidrat, dipecah menjadi senyawa yang lebih sederhana di bawah kondisi tanpa oksigen. 

Hal ini memungkinkan mikroorganisme, seperti bakteri, ragi, atau jamur, untuk menghasilkan energi dalam bentuk molekul ATP. Proses ini sering juga digunakan dalam pembuatan makanan dan minuman, serta produksi senyawa kimia tertentu. 

Fermentasi juga digunakan dalam pertanian organik untuk menghasilkan pupuk organik yang kaya akan nutrisi. Dengan demikian, fermentasi menjadi salah satu metode penting dalam mengubah bahan mentah menjadi produk yang berguna.

Proses ini penting untuk menjaga keberlanjutan pertanian organik dan menutup siklus nutrisi dalam sistem pertanian.

Tujuan Fermentasi Anaerobik?

Melakukan fermentasi secara anaerobik pada bahan-bahan organik penting dalam pertanian organik karena proses ini dapat menghasilkan pupuk yang kaya akan nutrisi tanaman. 

Dengan mengontrol kondisi anaerobik, mikroorganisme tertentu dapat memecah bahan organik menjadi senyawa yang lebih sederhana dan mudah diserap oleh tanaman. 

Selain itu, proses fermentasi anaerobik juga dapat menghasilkan pestisida dan insektisida alami yang dapat digunakan untuk mengendalikan hama tanaman tanpa mengandung bahan kimia berbahaya. 

Dengan demikian, fermentasi anaerobik dapat membantu meningkatkan produktivitas pertanian secara organik tanpa merusak lingkungan.

Keuntungan Fermentasi Anaerobik

Fermentasi anaerobik memiliki beberapa keuntungan penting untuk pertanian organik. Proses ini menghasilkan pupuk organik yang kaya akan nutrisi dan mikroba yang bermanfaat bagi tanah. 

Fermentasi anaerobik juga menghasilkan pestisida dan insektisida alami yang tidak mencemari lingkungan. Selain itu, fermentasi anaerobik membantu mengurangi limbah organik dengan cara mengubahnya menjadi bahan yang berguna bagi tanaman. 

Dengan demikian, proses ini dapat meningkatkan kesehatan tanah, memperbaiki struktur tanah, dan secara keseluruhan meningkatkan produktivitas pertanian organik secara berkelanjutan. 

Teknologi Fermentasi Anaerobik Sederhana

Fermentasi anaerobik dengan metode sederhana menggunakan drum plastik memberikan solusi yang terjangkau dan mudah bagi petani untuk memproduksi pupuk, insektisida, dan pestisida organik

Dengan biaya yang terjangkau dan bahan yang mudah didapat, metode ini memungkinkan petani untuk mandiri dalam memproduksi bahan pertanian yang mereka butuhkan. 

Ini juga membantu mengurangi ketergantungan pada bahan kimia dan mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan. Dengan adanya metode ini, petani dapat memanfaatkan limbah organik dan mengubahnya menjadi bahan yang berguna bagi pertumbuhan tanaman mereka.

Cara Memilih Wadah Fermentasi Anaerobik 

Pemilihan wadah fermentasi anaerobik yang baik penting untuk memastikan proses fermentasi berjalan lancar dan menghasilkan produk yang berkualitas. 

Teknologi Fermentasi Anaerobik Sederhana drum plastik

Pertama, pastikan wadah yang digunakan tahan terhadap reaksi kimia yang terjadi selama proses fermentasi. Wadah yang aman dan tahan lama, seperti drum plastik tebal atau jerigen dll, merupakan pilihan yang baik. 

Pastikan wadah tersebut bersih dan bebas dari zat-zat beracun sebelum digunakan. Selain itu, pastikan wadah memiliki penutup yang cukup rapat untuk mencegah masuknya udara ke dalam proses fermentasi. 

Dengan memperhatikan faktor-faktor tersebut, Anda dapat memilih wadah yang sesuai untuk fermentasi anaerobik.

Lubang Fentilasi Pembuangan Gas Fermentasi 

Untuk memastikan pembuangan gas berjalan lancar selama proses fermentasi, penting untuk membuat lubang ventilasi yang memadai pada wadah fermentasi. 

Lubang Fentilasi Pembuangan Gas Fermentasi Anaerobik
Contoh: lubang Fentilasi Pembuangan Gas 

Pastikan lubang ventilasi tersebut cukup besar untuk memungkinkan gas-gas proses fermentasi dapat keluar dan udara luar tidak masuk kedalam drum fermentasi. 

Letakkan lubang ventilasi di bagian atas wadah fermentasi agar gas yang terbentuk selama proses fermentasi dapat dengan mudah naik ke permukaan dan keluar melalui lubang tersebut. 

Lubang Fentilasi fermentasi alternatif
Alternatif Fentilasi murah dari klep ban bekas
Pada gambar diatas, kami menggunakan klep ban bekas yang dapat diperoleh dari tukang tambal ban. Kemudian kami modifikasi lubang klep bagian dalam dengan mengebor, mata bor diameter Ø 6mm.
Kelebihan dari klep ban bekas berbahan Kuningan dan sudah memiliki baut drat pengikat, sehingga membuat pemasangan lebih rapat.

Pastikan pula agar ukuran dan jumlah lubang ventilasi sesuai dengan ukuran wadah fermentasi, serta pastikan lubang tersebut ditutup kembali setelah proses fermentasi selesai untuk mencegah kontaminasi dari luar.

Botol Sekat Pembuangan Gas Fermentasi 

Anda dapat menggunakan botol plastik atau wadah berisi air sebagai sekat pembuangan gas pada sistem fermentasi. 

Botol Sekat Pembuangan Gas Fermentasi

Cara kerjanya adalah dengan memasang pipa selang pembuangan ke dalam wadah yang berisi air, sehingga gas-gas yang dihasilkan selama fermentasi dapat keluar melalui tabung tersebut, tetapi udara dari luar tidak dapat masuk. 
Instalasi pembuangan gas, pada gambar diatas kita menggunakan, selang air dengan diameter selang sebesar Ø 7mm.
Air dalam wadah berfungsi sebagai segel, mencegah udara luar masuk ke dalam wadah fermentasi. Pastikan wadah berisi air tidak terlalu tinggi dari posisi drum fermentasi, sehingga air tidak masuk ke dalam sistem fermentasi. 

Selain itu, pastikan juga posis botol yang terpasang sejajar atau lebih rendah agar gas dapat keluar secara lancar melalui air.

Kesimpulan

Inovasi fermentasi dengan menggunakan drum sistem anaerobik memberikan solusi efektif dan ramah lingkungan untuk pertanian organik. 

Proses ini memungkinkan petani untuk menghasilkan pupuk, pestisida, dan insektisida secara mandiri dengan biaya yang terjangkau. 

Dengan adanya sistem fermentasi anaerobik, petani dapat mengoptimalkan kualitas tanah dan tanaman mereka, serta meningkatkan produktivitas pertanian secara berkelanjutan.
Aziz
Aziz Seorang penulis dan digital marketing dengan minat khusus blockchain, web3, isu-isu alam dan pertanian yang ramah lingkungan!.